Tim survei kepuasan pelanggan yang sudah ditunjuk oleh Direktur Lembaga Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Olah Pikir Indonesia melalui surta tugas dengan Nomor: 15-5.01.25/LOA/I/2025 dengan penanggung jawab Hargianthi Lutviana Dewi dan anggota Fenia Muhailatul Maghfiroh melakukan survei kepuasan pelanggan semester 1 periode Januari - Juni 2025.
Responden dalam survei kepuasan pelanggan ini terdiri dari tiga kelompok utama yang berinteraksi secara langsung dengan layanan Lembaga Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Olah Pikir Indonesia, yaitu: 10% peserta pelatihan dan peningkatan kompetensi, semua mitra kerja sama, serta semua tamu yang melakukan kunjungan ke kantor lembaga.
Metode survei yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode survei daring (online) dengan memanfaatkan platform Google Form sebagai instrumen pengumpulan data.
Instrumen yang digunakan dalam survei kepuasan pelanggan ini berupa kuesioner digital yang disusun menggunakan platform Google Form. Instrumen terdiri dari serangkaian pertanyaan tertutup berbasis skala Likert lima poin yang mengukur persepsi responden terhadap aspek-aspek layanan yang relevan dengan peran mereka masing-masing.
Skala penilaian yang digunakan dalam survei kepuasan pelanggan ini adalah Skala Likert dengan lima tingkat penilaian, yang dirancang untuk mengukur sejauh mana responden merasa puas terhadap layanan pelatihan dan peningkatan kompetensi.
Adapun hasil dan kesimpulan survei kepuasan pelanggan sebagai berikut
1. Responden Kategori Peserta Pelatihan Dan Peningkatan Kompetensi
Hasil survei kepuasan pelanggan yang dikumpulkan dari responden kategori peserta pelatihan dan peningkatan kompetensi dengan jumlah responden 104 orang menunjukkan gambaran umum yang positif terhadap layanan yang diberikan oleh Lembaga Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Olah Pikir Indonesia.
Distribusi jenis kelamin peserta pelatihan dan peningkatan kompetensi terdiri dari Laki-Laki 53,8% dan Perempuan 46,2%.
Berdasarkan hasil analisis data dari lima aspek utama dalam survei kepuasan peserta pelatihan, dapat disimpulkan bahwa secara umum Lembaga Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Olah Pikir Indonesia telah berhasil memberikan layanan pelatihan yang berkualitas dan sesuai harapan peserta. Mayoritas responden memberikan penilaian “Puas” hingga “Sangat Puas” pada seluruh aspek yang dinilai. Rinciannya adalah sebagai berikut:
1. Kesesuaian Materi Pelatihan
Materi dinilai relevan oleh 98,1% peserta, mencerminkan bahwa konten pelatihan telah disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
2. Kejelasan Penyampaian oleh Fasilitator/Trainer
Sebesar 95,2% peserta merasa fasilitator/trainer menyampaikan materi dengan baik, menandakan kompetensi tinggi dalam komunikasi dan pedagogi.
3. Sarana dan Prasarana Pelatihan
Sebanyak 91,4% peserta merasa puas, meskipun masih ada masukan terkait kenyamanan ruang dan kelengkapan alat bantu.
4. Pelayanan Administrasi dan Teknis
94,3% responden menyatakan puas, menunjukkan pelayanan yang tanggap dan profesional, walau ada catatan kecil soal efisiensi dan kecepatan respon.
5. Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan
Sebanyak 89,5% peserta merasa mendapat peningkatan kemampuan setelah pelatihan, membuktikan bahwa pelatihan berdampak positif secara nyata.
2.Responden Kategori Mitra Kerjasama
Hasil survei kepuasan pelanggan yang dikumpulkan dari responden kategori mitra kerja sama dengan jumlah responden 44 orang menunjukkan gambaran umum yang positif terhadap layanan yang diberikan oleh Lembaga Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Olah Pikir Indonesia.
Distribusi jenis kelamin mitra kerjasama terdiri dari Laki-Laki 70,5% dan Perempuan 29,5%.
Berdasarkan hasil survei kepuasan mitra kerja sama, secara umum Lembaga Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Olah Pikir Indonesia telah memberikan layanan kerja sama yang efektif, transparan, dan berdampak positif bagi mitra. Mayoritas responden memberikan penilaian "Puas" hingga "Sangat Puas" pada seluruh aspek yang diukur, meskipun masih terdapat beberapa catatan yang dapat menjadi acuan untuk peningkatan mutu. Berikut adalah ringkasan per aspek:
1. Komunikasi dan Koordinasi
Komunikasi dinilai sebagai kekuatan utama lembaga, dengan 93,2% responden menyatakan puas. Koordinasi berjalan lancar dan profesional, meskipun ada saran untuk memperjelas informasi teknis di awal dan meningkatkan kecepatan respons.
2. Transparansi Proses Kerja Sama
Sebagian besar mitra menyatakan proses kerja sama berjalan sesuai kesepakatan. Namun, 25% masih menilai cukup puas, mengindikasikan perlunya perbaikan pada aspek dokumentasi dan konsistensi pelaksanaan.
3. Manfaat Program Kerja Sama
Hasil kerja sama dinilai memberikan manfaat nyata bagi institusi mitra. Meskipun demikian, tidak semua mitra merasakan manfaat secara optimal, sehingga evaluasi dampak pasca-program perlu diperkuat.
4. Sikap Kolaboratif dan Keterbukaan Tim
Tim lembaga dinilai kolaboratif dan terbuka, tetapi terdapat sebagian mitra yang merasa masukan belum sepenuhnya ditanggapi. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan komunikasi dua arah yang lebih aktif dan mendalam.
5. Kualitas Layanan Pelatihan
Layanan pelatihan dinilai baik, namun beberapa mitra mengharapkan materi pelatihan yang lebih spesifik dan metode yang lebih aplikatif sesuai kebutuhan institusi masing-masing.
3.Responden Kategori Tamu Kunjungan Kantor
Berdasarkan hasil survei kepuasan pelanggan dari 88 responden tamu kunjungan, dapat disimpulkan bahwa secara umum Lembaga Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Olah Pikir Indonesia telah berhasil memberikan layanan yang memuaskan dan membangun kepercayaan pengunjung.
Sebaran responden berdasarkan jenis kelamin juga relatif seimbang, yaitu 52,3% perempuan dan 47,7% laki-laki, menunjukkan keterwakilan yang baik dari berbagai kelompok pengunjung.
Tingkat kepuasan dinilai melalui lima indikator layanan utama, dan hasilnya menunjukkan bahwa:
1. Proses penerimaan dan pelayanan telah dijalankan dengan ramah dan profesional, dengan tingkat kepuasan lebih dari 95%. Meski demikian, ada catatan kecil terkait konsistensi pengalaman awal bagi semua tamu.
2. Staf lembaga dinilai komunikatif dan informatif, dengan 93,2% responden merasa puas hingga sangat puas. Adanya 6,8% yang menilai cukup hingga kurang puas menjadi masukan agar kejelasan dan kesiapan penyampaian informasi ditingkatkan.
3. Suasana lingkungan kantor dinilai nyaman dan profesional oleh mayoritas responden (90,9%). Namun aspek estetika, kebersihan, dan desain ruang dapat ditingkatkan lebih lanjut.
4. Kondisi sarana dan prasarana secara umum dinilai baik dan fungsional, meski 5,7% responden memberi skor cukup puas, yang menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk menyempurnakan penyajian dan pemeliharaan fasilitas.
5. Kesan dan kepercayaan terhadap lembaga meningkat setelah kunjungan, sebagaimana dinyatakan oleh lebih dari 95% responden. Kesan positif ini menjadi kekuatan utama yang perlu dijaga dan diperluas.
Kesimpulan
Hasil survei menunjukkan bahwa secara umum, tingkat kepuasan pelanggan berada dalam kategori “Puas” hingga “Sangat Puas” pada hampir seluruh indikator yang diukur. Capaian ini mengindikasikan bahwa lembaga telah menjalankan perannya secara efektif dan profesional dalam menyelenggarakan pelatihan, menjalin kerja sama, serta memberikan layanan publik yang kredibel dan berkualitas.
Meskipun demikian, temuan survei juga mengidentifikasi beberapa area yang masih memerlukan perbaikan, seperti penyempurnaan materi pelatihan, peningkatan kualitas fasilitator, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta optimalisasi pelayanan administrasi dan penyambutan tamu. Masukan dari responden menjadi sumber informasi berharga yang akan ditindaklanjuti secara sistematis melalui langkah-langkah perbaikan, inovasi, dan penguatan budaya mutu di lingkungan lembaga.
Laporan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sebagai bahan evaluasi dan perencanaan strategis, tidak hanya bagi pengelola dan pelaksana pelatihan, tetapi juga bagi seluruh pemangku kepentingan yang berkepentingan dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Komitmen terhadap mutu, keterbukaan terhadap masukan, serta kecepatan dalam merespon perubahan akan terus menjadi prinsip dasar dalam setiap langkah pengembangan lembaga.
Sebagai penutup, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh responden yang telah meluangkan waktu untuk memberikan penilaian dan masukan melalui survei ini. Partisipasi Anda merupakan bagian penting dari perjalanan perbaikan berkelanjutan menuju lembaga pelatihan yang lebih baik, lebih adaptif, dan lebih berdampak.